TUGAS 1 PROSES PRODUKSI

  1. Jelaskan dan bandingkan vacuum casting dan die casting !

Vacuum casting merupakan bagian dari pengecoran bertekanan rendah, bedanya disini cetakannya divakum, sehingga cairan logam akan ditarik ke dalam rongga cetak karena adanya perbedaan tekanan.

Die casting merupakan proses dari bagian cetakan permanen dengan cara menginjeksikan logam cair ke dalam rongga cetakan dengan tekanan tinggi (7 sampai 350MPa). Tekanan tetap dipertahankan selama proses pembekuan, setelah seluruh bagian coran membeku cetakan dibuka dan hasil coran dikeluarkan dari dalam cetakan.

(Fudamentals of Modern Manufacturing, Mikell P.Groover)

Keunggulan dari vacuum casting adalah kerusakan karena porositas udara dapat dikurangi, dan kekuatan cor sangat baik. Sedangkan keunggulan dari die casting adalah ukuran dan bentuk benda sangat tepat, jarang menggunkan proses finishing, dan baik untuk produksi massal.

Contoh dari vacuum casting adalah pada proses pembuatan cetakan emas. Sedangkan contoh dari die casting adalah pada pembuatan bracket.

Kesimpulan dari perbandingan di atas adalah pemanfaatan kedua jenis casting ini sesuai dengan kebutuhan kita. Jika kita menginginkan produk yang kita buat dengan biaya yang murah maka kita dapat membuat dengan die casting karena casting ini sangat baik digunakan untuk produksi massal sehingga dapat menurunkan biaya produksi. Dan jika kita mengingikan suatu produk yang kekuatannya sangat baik dan tidak untuk di produksi secara massal maka vacuum casting merupakan pilihan yang tepat. Jika vacuum casting kita gunakan untuk memproduksi produksi secara massal maka biaya produksi akan melambung tinggi dan harga dari produk tersebut akan sangat mahal. Oleh karena itu pemilihan dari casting sangat mempengaruhi produk baik dari kualitas maupun kuantitas.

 

 

  1. Jelaskan dan berikan perbandingan yang mendasar dari true centrifugal casting, semicentrifugal casting, dan centrifuge casting !

True centrifugal casting adalah proses casting yang dilakukan dengan menuangkan logam cair ke dalam cetakan yang berputar untuk menghasilkan benda cor yang berbentuk tabular. Karakteristik dari casting ini adalah memiliki kepadatan yang tinggi di bagian luarnya,tidak terjadi pembekuan selama proses casting berlansung, dan ada impuritas pada dinding bagian dalam.

 

Contoh produknya adalah pipa, tabung, dan cincin.

 

Semicentrifugal casting adalah proses casting yang digunakan untuk menghasilkan coran yang berbentuk pejal. Cetakan dirancang dengan riser pada pusat untuk pengisian logam cair. Karakteristik dari casting ini adalah memiliki kepadatan yang rendah pada bagian dalam coran yang dekat dengan pusat rotasi.

 

Contoh produknya adalah roda.

 

Centrifuge casting adalah proses casting yang dirancang dengan beberapa rongga cetak diletakkan di sebelah luar pusat rotasi sedemikian sehingga logam cair yang dituangkan ke dalam cetakan akan didistribusikan ke setiap rongga cetak dengan gaya centrifugal. Proses ini digunakan untuk benda cor yang kecil, dan tidak diperlukan persyaratan simetri radial.

 

Contoh produknya adalah gear.

(Fudamentals of Modern Manufacturing, Mikell P.Groover)

 

Dari perbandingan di atas ketiga yang merupakan bagian dari centrifugal casting. Akan dapat di simpulkan bahwa dari masing – masing bagian tersebut memiliki keunggulan dan karakteristik sendiri, sehingga masing – masing casting tersebut dapat digunakan tepat pada benda yang akan kita buat. Seperti untuk ukuran benda besar seperti pipa-pipa besar maka yang tepat digunakan adalah true centrifugal casting. Untuk benda ukuran menengah seperti roda-roda gerigi dapat digunakan semicentrifugal casting. Dan untuk ukuran kecil benda kecil seperti gear ,yang paling cocok adalah menggunakan centrifuge casting. Dilihat dari segi biaya produksi maka dapat dikatakan bahwa semakin besar ukurannya maka semakin tinggi biaya produksinya sehingga biaya untuk true centrifugal casting lebih tinggi dibandingkan dengan semicentrifugal casting dan centrifuge casting.